Sebanyak 75 karateka anggota Majelis Sabuk Hitam (MSH) yang tergabung dalam perguruan Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia (ASKI) dan Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) mengadakan latihan bersama yang berlangsung di Dojo Pusat ASKI, Bea Cukai, Jakarta, Minggu 15 Juni 2025. Inisiasi ini terbentuk atas pertemuan antara kedua pihak di beberapa kesempatan sebelumnya.
Ketua Dewan Guru ASKI Sensei Ucok Marisi Sihotang mengatakan, latihan bersama yang dilakukan antara PP ASKI dan PP INKAI bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar kedua perguruan yang memiliki hubungan batin yang sangat erat.
“ASKI dan INKAI adalah satu keluarga. Tujuan latihan bersama ini tak lain adalah untuk mempererat silaturahmi, saling bertukar pemikiran dan filosofi, demi kemajuan karate Indonesia,” ungkapnya.
Ketua Umum PP ASKI Syaifullah Nasution mengatakan, saat ini ASKI telah resmi menjadi anggota Japan Karate Association (JKA), dan setiap tahun rutin mendatangkan instruktur dari Honbu /JKA Pusat untuk memberikan penyeragaman teknik. Pihaknya mengajak seluruh pihak, baik yang satu aliran maupun beda aliran untuk bisa memanfaatkan momentum tersebut sebaik-baiknya.
“Dojo ini kami jadikan sebagai ruang untuk kita bisa latihan bersama. Dengan kami mengundang setiap tahun pelatih dari Jepang, kami membuka ruang kepada teman-teman yang ingin mengikuti acara tersebut dan kami berharap akan ada kontribusi positif demi kemajuan karate di Indonesia,” ungkapnya,
Di sela kesibukannya sebagai Bupati Mandailing Natal, Syaifullah menyempatkan hadir dan ikut bergabung dalam latihan bersama yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu.
“Terima kasih atas kehadirannya di Dojo ASKI, kami siap menunggu undangan dari PP INKAI,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) PP INKAI Bimo Ario mengucapkan terima kasih atas kebersamaan yang tercipta dalam suasana latihan bersama. “Kami menerima undangan ini dengan penuh semangat dan gembira,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral dalam membangun karakter para karateka dengan tujuan membentuk karate militan yang berguna di masyarakat sekaligus membentuk bangsa yang kuat.
Pada kesempatan tersebut, latihan sesi pertama selama 45 menit diberikan oleh Sensei Ucok Marisi Sihotang dengan materi Kihon dan Kata. Selanjutnya, sesi kedua diisi oleh Sensei Falcony yang mewakili PP INKAI.
Pada sesi kedua, salah satu materi yang diberikan adalah terkait tiga bentuk soft competency yang harus dimiliki oleh seorang karateka. Ketiganya adalah menjadi pribadi yang baik, sikap saling memahami dan sanggup mengendalikan diri.
PP ASKI maupun PP INKAI berharap kegiatan ini bukan menjadi kegiatan terakhir namun menjadi langkah awal yang baik bagi kedua perguruan untuk semakin mengeratkan kebersamaan demi memajukan Karate Indonesia yang berkarakter.




