Pengurus Pusat Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia (PP ASKI) menggelar Kejurnas ASKI-JKA IX 2026 di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah pada 17-19 April 2026. Sebanyak 750 karateka ASKI yang berasal dari 22 provinsi dan 1 Afiliasi Bank Indonesia menjadi bagian dalam kegiatan tersebut.
Ketua Umum PP ASKI Saipullah Nasution mengatakan, Kejurnas ini merupakan pijakan strategis untuk melipatgandakan jumlah atlet yang menembus kejuaraan dunia. Sejumlah kategori dipertandingkan, mulai dari kelompok usia dini, pemula, kadet, junior, U-21, senior, hingga kelas veteran. Event ini juga merupaklan bagian dari Hari Ulang Tahun ke-54 perguruan ASKI.
“Target kami tahun ini meningkat. Jika sebelumnya empat atlet yang kami kirim ke kejuaraan dunia di Jepang, kali ini kami ingin lebih, setidaknya delapan atlet bisa menembus level tersebut,” ujar Ketua Umum PP ASKI Saipullah Nasution saat pembukaan Kejurnas Karate ASKI-JKA ke-IX di Jakarta, Sabtu (19/4/2026).
Menurutnya, hasil Kejurnas ini akan menjadi dasar pemanggilan atlet ke tahap pembinaan lanjutan. “Mereka yang memenuhi kualifikasi, baik di level junior maupun senior, akan dipersiapkan untuk kejuaraan internasional,” katanya.
Seperti tahun sebelumnya, para peraih Best of The Best dan beberapa pemenang akan dikirim ke Kejuaraan Dunia Gichin Funakoshi ke-17 pada Oktober 2027 di Takasaki, Tokyo, Jepang. Selanjutnya, para peraih juara 1 dari nomor Kadet hingga Senior akan dikirm ke Kejurnas FORKI di Bandung pada bulan Mei 2026.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) Salmon Alfred Situmeang mengatakan Kejurnas ASKI menjadi bagian penting dalam rantai pembinaan karate nasional.
Menurut dia, ajang tersebut membuka peluang bagi atlet ASKI untuk masuk dalam tim nasional yang akan tampil pada Kejuaraan Karate Asia (AKF) di Bali pada 19-21 Juni 2026.
“Kami berharap ada dua hingga tiga atlet dari ASKI yang bisa terpilih memperkuat tim Indonesia di kejuaraan AKF. Kesempatan ini cukup terbuka melalui sistem pembinaan dan kompetisi yang berjenjang,” ujar Salmon Alfred.
Ia menambahkan, proses pencarian bakat (talent scouting) telah disiapkan sejak awal dengan melibatkan dewan guru dari masing-masing perguruan. Penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil akhir pertandingan, tetapi juga parameter teknis yang telah ditetapkan.
“Atlet-atlet terbaik dari berbagai kejuaraan akan dikumpulkan dan diseleksi kembali. Dari situ akan dipersempit hingga terbentuk tim terbaik untuk mewakili Indonesia,” pungkasnya.




