Jakarta, 31 Juli 2022 — Perguruan Karate-do Akademi Seni beladiri Karate Indonesia (ASKI) menggelar Kejuaraan Nasional ASKI ke VII tahun 2022 di GOR Ciracas, Jakarta, Minggu (31/7). Sebanyak 540 atlet dari 13 Pengurus Provinsi (Pengprov) turut ambil bagian dalam event bergengsi tersebut.
Kejurnas ASKI ke VIII tahun 2022 mempertandingkan 77 kelas yang terdiri dari nomor kata dan kumite. Pada nomor kata, sebanyak 161 atlet berkompetisi memperebutkan 16 kelas yang dipertandingkan. Sedangkan di nomor kumite, sebanyak 379 atlet berlaga memperebutkan juara di 55 kelas yang dipertandingkan.
Ke-13 Pengprov yang menyertakan atletnya terdiri dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Kepulauan Riau. Sementara peserta dari luar Jawa dan Sumatera terdiri dari Pengprov Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Ketua Panitia Kejurnas ASKI 2022 Handoko Wardono Nindyo mengatakan, sebelum berlaga di Kejurnas ASKI 2022, para karateka telah lolos seleksi zonasi yang berlangsung pada awal tahun 2022. Seleksi zonasi terbagi menjadi empat wilayah, yakni zona Jawa, zona Sumatera, zona Kalimantan dan zona Sulawesi. Para juara dan runner up zonasi diberangkatkan mengikuti Kejurnas mewakili daerahnya masing-masing.
“Mengingat penyelenggaraan ini masih dalam masa pandemi Covid-19, kami menerapkan sistem zonasi untuk menjaring karateka terbaik dari masing-masing wilayah yang akan menuju final di Kejurnas ASKI Jakarta,” ungkap Handoko yang juga merupakan Ketua Umum ASKI DKI.
Menanggapi event tersebut, Sekretaris Jenderal PB FORKI Raja Sapta Ervian mengapresiasi PP ASKI yang senantiasa konsisten mengasah bibit karateka melalui pembinaan berjenjang. “PB FORKI mengapresiasi langkah ASKI dalam menggelar Kejurnas VII 2022 sebagai tolok ukur dalam melakukan pembinaan prestasi secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan,” ungkap Raja Sapta Ervian.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Guru (KDG) ASKI, Ucok Marisi mengungkapkan, peta kekuatan ASKI di wilayah pusat maupun daerah kian merata dan terus mengalami peningkatan yang signifikan. Saat ini, ASKI yang berdiri sejak 2007 sudah memiliki keanggotaan di 24 provinsi dan akan terus berkembang di provinsi lainnya. “Dari sisi prestasi, para atlet ASKI juga sudah mulai bisa berbicara di tingkat provinsi, bahkan di tingkat nasional pun beberapa atlet kita sudah mulai tampil. InsyaAllah prestasi ini akan terus kita tingkatkan,” ungkap Ucok Marisi.
PP ASKI, yang juga merupakan penyempurnaan dari Perguruan Karate AMURA ini terus meningkatkan kualitas para karateka baik dari segi teknik maupun karakter. Ucok menambahkan, ASKI diharapkan menjadi lembaga pendidikan non formal yang mampu membentuk karakter peserta didiknya menjadi manusia yang lebih baik melalui latihan karate.
“Karateka ASKI harus menjiwai nilai-nilai yang terkandung di dalam janji karate yang kerap kita ucapkan sebelum dan sesudah latihan. Harapan kami, karateka ASKI dapat menjadikan karate sebagai alat untuk membentuk karakter yang baik, menjadi manusia yang baik. Dan di atas karakter yang baik itulah berdiri atlet yang berprestasi,” pungkasnya. (*)




