Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia (Rakernas PP ASKI) digelar di Jakarta, Senin 27 Januari 2025. Dalam agenda Rakernas tersebut, dipaparkan evaluasi pencapaian pada 2024 dan menyepakati rencana kegiatan di tahun 2025.
Ketua Umum PP ASKI, Drs Saipullah Nasution mengatakan, Rakernas ASKI 2025 merupakan amanah dalam AD/ART ASKI. Beberapa kegiatan staregis yang telah terlaksana diantaranya bekerjasama dengan Japan Karate Asosiation (JKA) dan selama tahun 2004 mendatangkan instruktur JKA Honbu ke Indonesia sebanyak dua kali dalam rangka seminar, latihan bersama dan ujian DAN.
“Target awal kita adalah kuantitas, yakni memperbanyak jumlah anggota ASKI yang saat ini ada di 33 provinsi. Selanjutnya kita akan meningkatkan kualitas, salah satunya dengan mendatangkan langsung pelatih-pelatih dari JKA Hombu di Jepang yang berkualitas, serta mengikuti event-event baik di nasional, asia maupun internasional. Kita juga senantiasa memperbaiki organisasi agar sehat dan transparan. Semu aini kita lakukan demi melahirkan karateka ASKI yang berkarakter baik dan bisa membawa Indonesia baik di timngkat nasional maupun internasional,” papar Saipullah.

Lebih lanjut, Ketua Panitia Seminar dan Rakernas ASKI 2025 Drs Syarif Hidayat menjelaskan, momentum Rakernas merupakan puncak kegiatan di awal 2025 yang dimulai dengan rangkaian seminar instruktur yang menghadirkan Seizo Izumiya Shihan selalu Senior Managing Direktor JKA World Federation (JKA WF)-DAN 8 pada 24-26 Januari 2025 di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta. Selanjutnya dilakukan ujian DAN JKA serta ujian sertifikasi bagi pelatih dan penguji ASKI.
“Seminar instruktur karate berlangsung terbatas, yakni diikuti oleh 45 peserta. Hal ini dilakukan agar proses pembekalan selama seminar berlangung efektif di mana peserta dapat menerima materi secara utuh yang diberikan oleh Izumiya Shihan,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan pemberian Sabuk Hitam Penghargaan dengan tingkat DAN V ASKI dan DAN V JKA Kepada Inarno Djajadi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK-RI. Penyematan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Dewan Guru ASKI Ucok Marisi Sihotang dan Senior Managing Director Japan Karate Association World Federation, Seizo Izumiya.
Dalam sambutannya, Inarno berharap dapat menjadi bagian dalam pengembangan ASKI di Indonesia. “Kami berharap bisa lebih berkontribusi untuk mengembangkan organisasi ASKI dan turut serta dalam memasyarakatkan Karate di Industri Jasa Keuangan khusunya Sektor Pasar Modal,” ungkap Inarno.
Penyeragaman Teknik
Ketua Dewa Guru ASKI, Ucok Marisi Sihotang menjelaskan, tujuan kegiatan seminar ini adalah untuk menyeragamkan teknik para instruktur dan karateka didiknya. Kegiatan ini dimulai sejak ASKI resmi menjadi anggota Japan Karate Association (JKA) sejak thun 2004. “Sekarang ASKI sudah menjadi bagian dari komunitas internasional, sehingga kita perlu ada penyeragaman teknik supaya yang di JKA dengan yang ada di Indonesia itu menjadi satu, jadi tidak ada perbedaan,” kata Ucok Marisi.
Sementara itu, Seizo Izumiya Shihan menjelaskan bahwa acara seminar ini sangat penting guna menunjukkan cara karate yang benar. Karate menurutnya bukan hanya sekadar seni bela diri saja, namun merupakan filosofi kehidupan.
“Karate adalah cara hidup, cara hidup diri sendiri, cara berpikir. Karena itulah, kita harus mengingat teknik yang benar. Untuk mendapatkan teknik itu, kita harus memiliki kekuatan emosi yang sangat kuat dan melewati berbagai tantangan,” ujarnya.
Ditambahkannya, Karate juga bukan soal diri sendiri tapi juga untuk membantu orang lain. Maka untuk bisa merasakan itu, penerapan teknik yang benar jadi salah satu kuncinya.
“Tujuan kita berlatih adalah membuat diri kita kuat untuk dapat membantu orang lain. Jadi, tidak untuk diri kita saja, tapi kita harus berpikir untuk orang lain,” pungkasnya. (*)




