Ketua Umum PB FORKI resmi menunjuk Ketua Dewan Guru ASKI, Ucok Marisi Sihotang, sebagai Direktur Teknik Guardian Girls Karate Indonesia melalui SK tertanggal 30 September 2026. Penunjukan ini merupakan tindak lanjut kerja sama kemitraan antara WKF dan PB FORKI terkait pengembangan Program Lisensi Guardian Girls di Indonesia.
Guardian Girls adalah program global WKF untuk memberdayakan perempuan dari kekerasan, baik domestik maupun di ruang publik. Misi ini relevan dengan data WHO yang menyebut 1 dari 3 perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual.
Melalui program ini, karate didorong berkontribusi nyata bagi kesejahteraan perempuan, tidak sekadar kompetisi, tetapi menjadi solusi atas persoalan sosial.
Ketua Umum PB FORKI Hadi Tjahjanto mengatakan, dengan mengacu pada Surat Keputusan PB FORKI, pihaknya memberikan mandat kepada Direktur Teknik untuk menyiapkan program pembinaan sekaligus mengangkat personel pendukung yang memiliki kemampuan untuk menjalani program dan teknik Guardian Karate Indonesia.
“PB FORKI memberikan mandat kepada Direktur Teknik untuk menyiapkan program pembinaan Guardian Karate Indonesia berdasarkan MoU kemitraan nasional dan lisensei Guardian Girls Karate antara Presiden WKF dan Ketum PB FORKI” ungkapnya.
Ucok Marisi Sihotang menyambut amanah tersebut sebagai kehormatan dan tanggung jawab besar. “Karate harus hadir untuk kehidupan. Sudah saatnya karate berkontribusi bagi masyarakat, khususnya meningkatkan kesejahteraan wanita,” ujarnya.
Tahap awal program akan melatih instruktur terpilih untuk memberikan materi self-defense dan pemberdayaan diri, termasuk membangun kepercayaan diri perempuan agar berani berkata “tidak” dan melawan “Good Girl Conditioning” berupa sifat yang cenderung penurut, takut, atau pasif/diam.




